Orang Asia Jam Tidurnya Lebih Sedikit Dibanding Orang Bule

Saturday, July 21, 2012


img 
Jakarta, Kualitas dan lama tidur bisa dipengaruhi oleh beragam faktor seperti usia, kebiasaan, kondisi kesehatan, tingkat kecemasan dan konsumsi obat-obatan. Sebuah penelitian menemukan bahwa lama dan kualitas tidur bisa dipengaruhi oleh ras juga. Orang kulit hitam dan orang Asia tidur lebih singkat dibanding orang kulit putih.

Dalam presentasi pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies di Boston, para ilmuwan melaporkan bahwa jumlah dan kualitas tidur setiap orang bervariasi antar etnis. Orang kulit hitam, Hispanik dan Asia lebih sedikit jam tidurnya dibanding orang kulit putih.

Penelitian ini dipimpin oleh Mercedes Carnethon, profesor kedokteran preventif di Northwestern University. Dalam penelitiannya, ia memilih 439 orang dewasa secara acak di wilayah Chicago dari buku telepon untuk berpartisipasi. Para relawan berusia 35 - 64 tahun dan terdiri dari orang kulit putih, keturunan kulit hitam, Hispanik dan Asia.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa orang kulit hitam, Hispanik dan Asia tidur lebih singkat dibanding orang kulit putih.

Orang kulit hitam rata-rata tidur selama 6,8 jam dalam sehari, orang Hispanik dan Asia rata-rata selama 6,9 jam dan orang kulit putih rata-rata selama 7,4 jam.

Perbedaan ini tetap bertahan setelah peneliti menyesuaikan faktor lain yang dapat mengganggu tidur seperti berat badan, diabetes, tekanan darah tinggi dan faktor risiko penyakit jantung.

Peneliti juga menganalisis faktor sosial ekonomi seperti pendidikan dan tingkat penghasilan.

Orang kulit hitam ditemukan memiliki kualitas tidur yang buruk dan hanya orang Asia yang mengaku merasa mengantuk di siang hari.

"Temuan ini merupakan salah satu temuan kami yang menarik dan kami berniat untuk mengeksplorasi secara mendalam lebih lanjut. Apalagi penelitian mengenai kebiasaan tidur orang Asia masih sedikit," kata Carnethon seperti dilansir Time Healthland, Jumat (15/6/2012).

Para penulis menduga, sebagian besar perbedaan pola tidur antar ras dapat dihubungkan dengan faktor lingkungan atau geografis, bukan gen atau karakteristik fisik seperti variasi struktur wajah yang bisa mengganggu pernapasan.

Misalnya, Chicago adalah kota yang relatif terpisah di mana orang kulit hitam dan Hispanik cenderung hidup di daerah yang tingkat polusinya tinggi, lebih bising dan lebih tinggi tingkat kejahatannya sehingga lebih mudah terganggu tidurnya.

"Saya kira faktor-faktor sosial lebih mungkin menjelaskan perbedaan kualitas dan lama waktu tidur yang kami amati," kata Carnethon.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar

Ini yang Bikin Orang Gemuk Gampang Ngorok


img 
Jakarta, Mengorok saat sedang tidur bisa dialami oleh siapa saja. Tapi umumnya orang yang bertubuh gemuk lebih rentan mengalami ngorok atau mendengkur ketika tidur. Kenapa bisa begitu?

Ada banyak penyebab orang mendengkur saat tidur, bisa akibat masalah sepele tapi kadang juga menjadi indikasi masalah kesehatan yang serius. Diperkirakan hampir setengah dari orang dewasa mendengkur.

Mendengkur atau ngorok ini disebabkan oleh bagian tenggorokan yang menyempit dan udara yang akan lewat atau masuk berlebihan, seperti dikutip dari Mayoclinic, Sabtu (16/6/2012).

Salah satu penyebab paling sering orang mengorok adalah akibat obesitas dan kegemukan. Pada orang gemuk jaringan yang berlebihan bisa menyempitkan bagian tenggorokan sehingga ngorok lebih mungkin terjadi.

Selain itu orang gemuk cenderung memiliki lemak tubuh yang terlalu banyak, dan beberapa lemak ini terkumpul di bagian tubuh tertentu seperti di leher dan juga daerah tenggorokan.

Lemak yang ada di leher dan tenggorokan akan menyempitkan saluran udara sehingga sulit untuk mengatur napas. Ketika seseorang berbaring, posisi tubuhnya akan makin mempersempit saluran udara, sehingga mendengkur jadi bagian dari tubuh karena berusaha mengambil oksigen.

Serta peningkatan lemak juga mempengaruhi jaringan otot yang baik menjadi kehilangan massa otot dan jaringan di tenggorokan menjadi kendur sehingga lebih mudah untuk mendengkur.

Jika murni akibat kegemukan biasanya dengan menurunkan berat badan seringkali bisa memperbaiki masalah. Tapi jika obesitas sudah dikombinasikan dengan penyebab lain, maka diperlukan penanganan lebih lanjut.

Terkadang orang yang mendengkur juga bisa menderita sleep apnea yang mengacu pada terganggunya pernapasan selama 10 detik atau lebih. Sleep apnea bisa terjadi beberapa kali dalam waktu semalam serta mengganggu kualitas tidur normal.

Beberapa hal bisa menjadi petunjuk bahwa mendengkur yang dialami lebih dari sekedar gangguan tidur biasa yaitu merasa mengantuk sepanjang siang hari, sering buang air kecil ketika malam hari atau sakit kepala saat pagi hari.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar

Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Sebelum Tidur


img 
Jakarta, Mendapatkan tidur yang berkualitas akan membuat tubuh Anda lebih segat dan bugar di pagi hari. Namun ada beberapa hal yang dapat menghalangi Anda mendapatkan tidur yang berkualitas. Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan sebelum tidur.

Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari sebelum tidur, seperti dilansir care2, Senin (25/6/2012):

1. Olahraga
Olahraga merupakan aktivitas vital bagi kesehatan dan sebenarnya dapat berkontribusi memberikan tidur dengan kualitas yang lebih baik. Masalahnya, olahraga 3 jam sebelum tidur dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat proses tidur menjadi lebih sulit.

2. Nonton TV atau internet
Penelitian menunjukkan bahwa paparan radiasi sinar dari TV atau internet dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk tidur. Cahaya dapat menurunkan pengeluaran melatonin, hormon yang membuat tidur lebih mudah. Jadi, matikan TV, laptop setidaknya 1 jam sebelum tidur.

3. Terlalu banyak minum
Kafein dan alkohol sudah jelas dapat merusak tidur. Tak hanya itu, terlalu banyak minum air putih 1-2 jam sebelum tidur pun dapat mengganggu tidur karena Anda harus terbangun di malam hari untuk bolak balik buang air kecil.

4. Tetap bekerja
Apapun tugas dan pekerjaan Anda, sebaiknya tunggulah sampai pagi hari tiba. Melakukan pekerjaan di malam hari sebelum tidur dalam merangsang otak dan menyebabkan stres yang sebenarnya tidak perlu. Hal ini tentu saja dapat merusak kualitas tidur.

5. Tidur dengan hewan peliharaan
Bagi Anda pecinta binatang, tidur dengan kucing atau anjing mungkin merupakan hal yang menyenangkan. Tapi tahulah Anda bahwa sebenarnya tidur dengan hewan peliharaan dapat merusak kualitas tidur.

6. Bertengkar
Sebaiknya jangan tidur dalam kondisi marah. Penelitian menunjukkan bahwa langsung tidur setelah bertengkat atau mengalami peristiwa traumatik dapat mempengaruhi emosi yang terus berlanjut hingga terbangun di pagi hari.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar (1)

Ini Dia 5 Hal yang Bisa Bikin Orang Mimpi Buruk


img 
Jakarta, Mimpi buruk bisa dialami oleh siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini bisa mengganggu kualitas tidur dan membuat tidak nyenyak. Ini dia 5 hal yang bisa bikin orang mengalami mimpi buruk.

Pada orang dewasa faktor gaya hidup bisa menyebabkan orang mengalami mimpi buruk dan rasa takut yang muncul bisa terus bertahan sehingga membuatnya sulit untuk tertidur lagi.

Para ahli menyarankan jika mimpi buruk yang terjadi terus menerus dan mengancam sebaiknya segera mencari bantuan medis. Berikut ini 5 hal yang bisa memicu mimpi buruk, seperti dikutip dariLivestrong, Selasa (3/7/2012) yaitu:

1. Kegelisahan dan cemas

Kecemasan, gelisah, stres atau ketegangan dalam keluarga merupakan penyebab paling umum orang mengalami mimpi buruk seperti laporan yang dipublikasikan dalam Postgraduate Medical Journal, sedangkan pada anak-anak biasanya akibat cemas atau takut tidur sendiri bisa memicu mimpi buruk.

2. Kurang tidur

Sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychiatrymenunjukkan orang yang terus menerus kurang tidur bisa memicu mimpi buruk, halusinasi pra tidur yang mengerikan hingga masalah tidur lainnya. Untuk itu pastikan memiliki jam tidur yang teratur agar terhindar dari mimpi buruk dan tubuh sehat.

3. Demam

Meski mekanismenya tidak diketahui tapi saat orang sedang sakit dan demam bisa menyebabkan mimpi buruk. Sebelumnya sudah diketahui demam dapat mempengaruhi kualitas tidur serta mengubah siklus bangun-tidur yang secara tidak langsung berkontribusi menyebabkan mimpi buruk. Karena itu pastikan orang yang sakit terpenuhi kebutuhannya dan emosionalnya merasa nyaman.

4. Tidur di tempat asing

Review dari Mayoclinic menemukan beberapa orang mengalami sulit tidur dan mimpi buruk ketika harus tidur di tempat yang bukan biasa atau asing, misalnya saat menginap di rumah teman, di kamar hotel yang asing, jetlag dan kelelahan emosional akibat perjalanan panjang.

5. Ketidakstabilan mental

Journal of Clinical Psychiatry menemukan orang dewasa yang mengalami mimpi buruk lebih mungkin memiliki riwayat masalah mental atau psikopatologi. Jika mimpi buruk jarang terjadi sebaiknya mulailah memperhatikan kesehatan fisik dan juga emosional.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar

Ini Risikonya Membiarkan Sperma Jelek Buahi Sel Telur


img 
Jakarta, Banyak pasangan kurang beruntung yang sangat terobsesi memiliki keturunan dan bersedia melakukan apa saja agar dapat mewujudkan keinginannya. Salah cara yang ditempuh adalah dengan prosedur bayi tabung. Pada pasangan yang sudah berumur di mana sperma sang pria sudah tak lagi berkualitas, akibatnya bisa mengkhawatirkan.

Dalam metode pembuahan bayi tabung ada teknik yang disebut ICSI atau Intra-cytoplasmic sperm injection, yaitu metode pembuahan bayi tabung dengan cara menyuntikkan satu sel sperma ke dalam sel telur.

Teknik satu sperma sering dilakukan jika si pria memiliki jumlah sperma yang rendah, banyak sperma yang abnormal, atau dalam kasus ekstrem, tidak memiliki sperma sama sekali. Segala kondisi ini menyebabkan sperma memiliki kemungkinan yang sangat kecil dapat menghasilkan pembuahan.

"Banyak orang berpendapat, tentunya satu sperma pun kualitasnya sama baik dengan yang lain. Itu salah. Sperma yang pertama sampai ke sel telur sebelum seluruh sperma lainnya adalah sperma yang paling unggul, lebih cepat, lebih kuat, lebih dari yang lain," kata dr Miriam Stoppard, pakar kesehatan keluarga terkemuka dari London seperti dilansir Daily Mirror, Minggu (8/7/2012)).

Menurut dr Stoppard, perjalanan berbahaya untuk membuahi sel telur berguna untuk memastikan bahwa hanya sperma yang terkuatlah yang keluar sebagai pemenang. Namun dengan metode bayi tabung, hal ini tidak terjadi.

Sperma yang digunakan belum diuji lewat metode apapun dan bisa jadi kurang berkualitas. Dalam prosedur ini, telur ditempatkan di bawah mikroskop kemudian disuntikkan dengan satu sperma dari pasangan pria. Jika sel telur telah dibuahi, hasil pembuahan ditempatkan di dalam rahim wanita agar siap untuk implantasi. Proses ini dikenal dengan 'transfer embrio'.

"Para dokter dan ilmuwan selalu khawatir dengan kondisi fisik bayi yang dihasilkan dengan metode satu sperma ini. Beberapa penelitian baru-baru ini menegaskan bahwa ketakutan tersebut benar adanya. Data menunjukkan adanya kenaikan risiko cacat lahir yang signifikan," kata dr Stoppard.

Para peneliti di University of Adelaide di Australia Selatan melakukan penelitian ilmiah yang besar untuk mencari jawaban atas kekhawatiran ini. Hasil temuan dari analisis terhadap 300.000 lebih kelahiran menunjukkan bahwa tingkat cacat lahir pada metode satu sperma adalah 1 dari 10 kelahiran.

Jumlah tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan kelahiran tanpa bantuan, di mana tingkat kecacatannya sekitar 6 dari 100 kelahiran. Temuan ini juga menegaskan bahwa bukan metodenya yang menyebabkan cacat pada bayi, melainkan sperma yang digunakan telah rusak dan kurang berkualitas.

Kualitas sperma yang rendah juga dicurigai menyebabkan anak yang lahir mengidap autis, namun belum banyak penelitian yang mengkonfirmasi hal ini. Selain karena usia, sperma juga bisa menurun kualitasnya karena gaya hidup seperti merokok dan banyak makan makanan beremak, juga karena testis banyak terpapar panas.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar

Ini Dia Gen yang Bikin Pria Tak Bisa Menghamili Istrinya


img 
Jakarta, Infertilitas atau ketidaksuburan tetap menjadi topik yang sensitif bagi semua orang termasuk pria. Ada sekitar 25 persen kasus infertilitas tidak dapat dijelaskan. Kini peneliti menemukan gen yang diduga penyebab impotensi pada pria.

Dua studi terbaru menemukan bahwa dengan mempelajari gen yang bertanggung jawab dalam produksi sel sperma dapat menjadi kunci untuk memahami infertilitas dan bahkan dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan alat kontrasepsi baru pada pria.

Para peneliti mengidentifikasi satu gen tertentu, yang disebut Katnal1, yang sangat penting untuk pembentukan sperma. Gen ini diteliti pada tikus yang juga mempunyai kemiripan dengan manusia.

Tanpa protein yang dibuat dari gen Katnal1 ini, sperma tidak dapat matang di testis. Sehingga jika gen tersebut tidak mampu mematangkan sperma maka akan menghasilkan sperma yang tidak subur.

"Sangat sulit untuk mempelajari infertilitas berdasarkan sifat genetiknya karena orang yang infertil otomatis tidak memiliki anak, sehingga sulit untuk mendeteksi adanya penurunan sifat genetis dari silsilah keluarga," kata Lee Smith dari University of Edinburgh di Skotlandia, yang mempelajari infertilitas pria, seperti dilansir darimnn, Jumat (1/6/2012).

Hasil penelitian mengenai hal ini diterbitkan tanggal 24 Mei 2012 diAmerican Journal of Human Genetics.

Menurut peneliti hubungan antara genetik dengan infertilitas pada tikus tersebut dapat ditemukan pada manusia.

Sehingga jika telah dapat ditemukan obat untuk memanipulasi tingkat Katnal1 pada pria atau melakukan terapi gen secara permanen, hasilnya mungkin dapat bekerja sebagai kontrasepsi non hormonal.

"Identifikasi mutasi genetik yang terkait dengan infertilitas juga mempengaruhi sel pendukung dan bukan sperma saja. Penemuan ini dapat mengarah pada terapi gen untuk infertilitas pria," kata Smith.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar (1)

Minum Soda Sebabkan Turunnya Produksi Sperma?


img 
Jakarta, Soda memang minuman yang banyak digemari karena rasanya yang enak. Tetapi apakah konsumsi soda yang berlebihan berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi Anda, terutama produsi sperma?

Sebuah badan militer di Denmark melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap lebih dari 2.500 pria usia 18 tahun yang akan menjalani tes masuk layanan militer. Penelitian tersebut dilakukan antara tahun 2001 dan 2006.

Pada waktu itu, subyek penelitian adalah tentang faktor gaya hidup, termasuk pola makan. Penelitian ini awalnya dilakukan untuk menguji pengaruh kafein terhadap kualitas sperma dan kuantitas.

Tetapi kemudian para peneliti juga tertarik dengan konsumsi soda di kalangan pemuda yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Studi ini tidak menemukan bahwa konsumsi kafein yang tinggi terkait dengan penurunan jumlah produksi sperma.

Penelitian menunjukkan hasil lain yaitu pengaruh minuman bersoda terhadap produksi sperma. Pria yang minum satu liter atau lebih minuman bersoda sehari memproduksi sperma sekitar 3.500 mililiter. Pria yang tidak minum minuman bersoda memproduksi sperma sekitar 5.000 mililiter per harinya.

Sementara kedua jumlah sperma tersebut masih berada dalam kisaran normal, pria dengan jumlah sperma lebih rendah memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesuburan. Efek ini tampaknya tidak disebabkan oleh kandungan kafein dalam minuman bersoda, karena tidak terlihat pada peminum kopi atau teh.

Para peminum soda umumnya makan lebih banyak dan lebih cepat dibanding orang yang minum air putih ketika makan. Ketika Anda minum soda, Anda akan lebih memilih makan makanan ringan yang asin daripada sayuran dan buah-buahan. Konsumsi soda yang berlebihan termasuk gaya hidup yang kurang sehat dan bisa bertanggung jawab terhadap penurunan sperma.

Penelitian ini diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology pada tanggal 15 April 2010, seperti dilansir dari thedoctorwillseeyounow, Selasa (12/6/2012).

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar

Dibanding Alkohol, Celana Ketat Lebih Bahaya Bagi Sperma


img 
Jakarta, Selama ini, alkohol dan minuman-minuman berkafein dianggap bisa mengurangi kualitas sperma. Namun menurut sebagian ahli, pengaruhnya terhadap kesuburan tidak seberapa besar bila dibandingkan dengan celana dalam yang terlalu ketat.

Pekan lalu, National Health Service di Inggris menerbitkan hasil penelitian yang cukup mengejutkan. Betapa tidak, alkohol dan berbagai minuman berkafein dianggap tidak seberapa besar pengaruhnya terhadap kualitas sperma yang dihasilkan seorang laki-laki.

Dalam penleitian yang melibatkan 2.246 orang laki-laki dewasa ini, perubahan gaya hidup seperti mengurangi alkohol dan minum kopi tidak seberapa besar pengaruhnya terhadap kualitas sperma. Memang ada perbaikan pada penderita gangguan kesuburan, namun perubahannya tidak sebesar yang diharapkan.

Penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Manchester,University of Sheffield dan University of Alberta di Kanada ini justru membuktikan faktor lain yang lebih ganas merusak sperma. Faktor tersebut tidak lain adalah celana dalam yang terlalu ketat.

"Perlu dicatat bahwa yang menarik dari penelitian ini adalah, gaya hidup yang kurang sehat tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap kualitas sperma," tulis para ahli dalam laporan ilmiahnya seperti dikutip dari NY Dailynews, Minggu (17/6/2012).

Di antara para partisipan yang semuanya diambil dari berbagai klinik kesuburan di Inggris, 40 persen memiliki kualitas sperma yang buruk. Saat dibandingkan, tidak banyak perbedaan pada kebiasaan mengonsumsi alkohol namun para partisipan yang spermanya jelek cenderung lebih sering memakai celana dalam yang ketat daripada celana bokser.

Celana dalam yang terlalu ketata memang diketahui bisa membuat fungsi organ reproduksi para lelaki mengalami gangguan. Selain karena bisa meningkatkan temperatur organ vital, bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatannya dinilai turut mengurangi kualitas sperma.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar

Teman Baik

 
Support : Copyright © 2011. ILMU ALAM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger