Showing posts with label anak - anak. Show all posts
Showing posts with label anak - anak. Show all posts

Cara Ini Mampu Cegah Infeksi Payudara pada Ibu Menyusui

Sunday, February 17, 2013



Tahukah Anda Sangat penting bagi para wanita untuk selalu merawat payudaranya, apalagi selama masa menyusui. Kondisi payudara yang tidak sehat karena infeksi atau peradangan dapat mempengaruhi kesehatan bayi yang melakukan kontak dengan payudara ibu ketika minum ASI.

Setelah melahirkan, kelenjar susu dalam payudara akan mulai bekerja menghasilkan air susu. Umumnya air susu akan mengalir dengan lancar antara satu hingga tiga hari setelah melahirkan, tetapi mungkin memakan waktu yang lebih lama jika Anda melahirkan dengan proses caesar.

Infeksi payudara paling sering terjadi antara satu sampai tiga bulan setelah melahirkan. Infeksi tersebut dikenal dengan mastitis atau peradangan jaringan payudara, yang dapat berkembang menjadi abses (kumpulan nanah) dalam jaringan payudara jika tidak diobati.

Bakteri yang menyebabkan infeksi tersebut biasanya ditemukan di dalam mulut bayi yang akan berpindah ke puting susu dan dapat memasuki saluran susu melalui retakan kecil di kulit puting. Bakteri tersebut dapat berkembang biak dengan cepat dalam ASI.

Gejala pertama dari infeksi payudara adalah nyeri, bengkak, dan kemerahan pada payudara. Anda mungkin juga akan mulai merasa tidak enak badan, flu, demam, nyeri dan sakit kepala. Sebelum infeksi tampak dengan jelas, Anda mungkin akan mengalami retak kecil pada puting dan kulit di sekitarnya.

Jika Anda mengembangkan gejala-gejala infeksi payudara tersebut, segera periksakan ke dokter. Dokter akan memberikan antibiotik yang dapat dikonsumsi secara aman meski Anda sedang menyusui.

Apabila pengobatan dengan menggunakan antibiotik saja tidak cukup, dokter akan mengeringkan abses yang telah berkembang dalam payudara. Dokter akan menguras abses payudara, dengan menghapus nanah melalui jarum atau membuat lubang kecil di payudara di bawah anestesi lokal.

Beberapa wanita lebih rentan mengembangkan mastitis daripada yang lain, terutama wanita yang baru pertama kali menyusui. Tetapi mastitis dapat dicegah dengan mengurangi risiko berkembangnya infeksi dan melakukan perawatan.

Rawatlah payudara Anda agar terhindar dari mastitis dengan cara sebagai berikut:

1. Istrirahat dengan cukup
2. Makan makanan yang sehat untuk menjaga produksi susu
3. Lebih sering menyusui bayi Anda, mengosongkan payudara yang penuh air susu dapat mempromosikan kesehatan payudara
4. Menyusui bayi dengan posisi bergantian agar kedua payudara dapat kosong secara merata
5. Hindari menggunakan sabun untuk menyapu benjolan merah pada puting
6. Jika terjadi pembengkakan pada payudara, kompres dengan es untuk mengurangi pembengkakan
7. Pijat payudara Anda dengan lembut dari ketiak ke arah puting untuk melunakkannya
8. Menyapih bayi secara perlahan hingga beberapa minggu atau tidak tiba-tiba berhenti menyusui

Anda juga dapat menjaga kesehatan payudara dengan memilih bra yang tepat untuk ibu menyusui, seperti dilansir onlymyhealth, Selasa (15/1/2013) antara lain:

1. Pilihlah bra yang mampu mendukung payudara sepenuhnya, sebaiknya pilih yang menggunakan tulangan elastis daripada kawat
2. Pastikan bra yang Anda kenakan pas dan tidak terlalu ketat
3. Kenakan bra dengan serat alami yang melapisi cup payudara. Bahan sintetis dapat menjebak kelembaban dan mempromosikan infeksi.
4. Kenakan bra menyusui sepanjang waktu, bahkan ketika tidur, untuk mendukung produksi susu yang mencukupi untuk bayi Anda.
Continue Reading | komentar

Ini yang Bikin Kakak Adik Sering Berantem

Saturday, December 1, 2012



Jakarta, Sudah menjadi rahasia umum kalau antara kakak dan adik sering terjadi pertengkaran. Tapi sebenarnya ada hal-hal tertentu yang bisa menjadi pemicu pertengkaran.


Pertengkaran yang terjadi antara kakak dan adik kadang bisa membuat orangtua stres dan senewen. Untuk menghindari kondisi ini orangtua sebaiknya mengetahui hal-hal apa saja yang bisa memicu pertengkaran, seperti dikutip dari Parenting, Rabu (16/11/2011) yaitu:


1. Kompetisi
Anak-anak sebenarnya memperhatikan bagaimana orangtua memperlakukan anak-anaknya satu sama lain. Jika mereka berpikir ada perlakuan yang berbeda tanpa mendasar maka hal ini bisa memicu kompetisi tersendiri antara kakak dan adik. Perlakuan yang berbeda seperti menghabiskan lebih banyak waktu atau lebih sering melakukan kegiatan tertentu dengan salah satu anak.


2. Bertengkar untuk mendapat perhatian
Terkadang pertengkaran yang terjadi berada dalam jarak dekat dengan orangtua untuk mendapatkan perhatiannya. Salah satu anak bermain sebagai korban untuk mendapatkan perhatian lebih besar.


3. Saling berebut mainan
Meski sudah dibelikan masing-masing mainan, terkadang kakak adik masih bisa bertengkar saling berebut mainan. Hal ini karena anak belum terlalu bisa menghargai barang-barang milik saudara kandungnya.


4. Salah satu bertingkah seperti bos
Anak yang lebih tua kadang diberi tugas untuk mengawasi adiknya, tapi tanpa disadari perilakunya kadang seperti bos sehingga si adik menganggap ada ketidakadilan sehingga memicu pertengkaran.


5. Bercanda dengan kekerasan
Seringkali cara anak-anak yang lebih tua bercanda dengan adiknya sama seperti ia bermain dengan teman sebayanya, sehingga tak jarang si adik merasa kakaknya terlalu kasar seperti ada kontak fisik.


6. Bercanda yang saling meledek
Pertengkaran tidak hanya dipicu oleh kekerasan fisik, tapi bisa juga akibat serangan verbal atau yang dimulai dari ledek-ledekan. Jika tidak dihentikan kondisi ini bisa membuat kakak dan adik bertengkar dengan fisik seperti saling memukul.


Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi pertengkaran anak-anaknya sesama saudara kandung, yaitu:


Jangan menyelesaikan masalah secara langsung (to the point), anak-anak terutama remaja membutuhkan waktu untuk menemukan solusi bagi dirinya sendiri.
Jika salah satu anak ada yang merajuk (manja) setelah bertengkar, maka biarkan saja dan dengarkan segala keluh kesahnya.
Cobalah untuk meluangkan waktu bersama dengan setiap anak secara sendiri-sendiri, hal ini akan sangat bermanfaat bagi orangtua untuk bisa mengenal lebih jauh karakteristik dari setiap anaknya.
Membuat beberapa peraturan yang telah disepakati bersama-sama untuk menghindari pertengkaran.
Memberi penghargaan atau pujian jika anak-anaknya bisa melalui beberapa harinya tanpa bertengkar.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.
Continue Reading | komentar

Bor Gigi yang Bisa Menyanyi


Tahukah Anda Momok suara bor gigi yang terkesan menakutkan ternyata tidak hanya menghinggapi anak-anak. Cukup banyak orang dewasa yang malas ke dokter gigi hanya karena mereka sudah terbayang suara bor yang seperti menebar teror di mulut.

Tapi bagaimana jika suara bor tersebut digantikan dengan alunan musik merdu yang menenangkan? Itulah ide yang dimiliki oleh Drg. Dhanni Gustiana dari Purworejo, Jawa Tengah. Dokter gigi ini menciptakan bor gigi yang mengeluarkan alunan musik sebagai ganti suara getaran bor. 

Jika tidak suka dengan lagu yang dimainkan, pasien dapat memilih sendiri lagu yang ingin mereka dengar.

Konsep bor musik ini sebenarnya cukup sederhana. Suara bising dari bor gigi ini digantikan oleh suara musik dari speaker mikro yang ditanamkan di rongga kosong di bor.

"Pasien akan mendengar musik lebih keras ketika mereka membuka mulut mereka dibandingkan dengan saat menutup mulut," ujar Dhanni. "Anak-anak sebenarnya tidak takut dengan dokter, kebanyakan dari mereka hanya takut dengan bor gigi," tambahnya.

Untuk memodifikasi alat ini, Drg. Dhanni Gustiana harus merogoh kocek sampai Rp 6 juta. Penemuan ini sudah dipresentasikan di International Dental Congress di Yunani bulan Maret 2012 lalu.

Bagaimana, masihkah Anda takut periksa gigi bila sekarang suara bor yang menakutkan itu sudah diganti lagu yang menenangkan?

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.
Continue Reading | komentar

Kemampuan-kemampuan Menakjubkan dari Otak Bayi


Jakarta, Apa yang dapat dilakukan oleh bayi mungkin dianggap hal yang sepele bagi orang dewasa karena bayi belum dapat mengimbangi percakapan orang dewasa. Tetapi sebenarnya bayi dapat membuktikan kepandaiannya. Setelah para ilmuwan menemukan cara untuk mengungkap kemampuan bayi, ternyata bayi memiliki banyak kemampuan otak yang cukup cerdas dan menakjubkan.

Kira-kira kemampuan menakjubkan apa saja yang ada pada otak bayi?

Berikut 9 kemampuan menakjubkan dari otak bayi seperti dikutip dari LiveScience, Rabu (14/3/2012) antara lain:

1. Mengetahui siapa yang memiliki kedudukan lebih tinggi

Dari usia 10 bulan, bayi mengetahui dan mengerti hal-hal yang cukup benar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bayi mengerti hirarki (urutan kedudukan) sosial dan mengetahui ukuran yang dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab.

2. Mengerti ekspresi emosi anjing

Bahkan sebelum bayi dapat mengatakan kata 'mama' dan 'papa', bayi telah dapat menguraikan dan mengerti emosi anjing. Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bayi usia 6 bulan telah dapat menunjukkan bahasa tubuh yang sesuai.

"Emosi adalah salah satu hal pertama yang dapat ditangkap bayi dalam dunia sosial," kata pemimpin peneliti Ross Flom, seorang profesor psikologi di Brigham Young University, Utah.

Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology.

3. Memahami suasana hati dan emosi

Sementara bayi masih belum dapat berbicara, ia mungkin tahu kapan orang dewasa sedang merasa terpuruk. Sekitar usia 5 bulan, bayi dapat secara akurat memilih sebuah lagu yang dapat membangkitkan emosi positif.

Hal tersebut berdasarkan hasil sebuah penelitian yang telah diterbitkan pada tahun 2010 dalam jurnal Neuron. Pada usia 9 bulan, bayi juga dapat mengidentifikasi suara sedih dari beberapa lagu.

4. Dapat menari mengikuti irama musik

Berbicara tentang musik, bayi tidak dapat jika tidak bereaksi ketika mendengar musik tersebut. Tidak hanya telinga bayi yang dapat mengikuti ketukan, bayi sebenarnya dapat menari. Hal tersebut berdasarkan hasil sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2010.

Bayi dapat melakukan gerakan tari dengan tangan, kaki dan badannya sesuai dengan irama atau alunan musik. Kemampuan menari adalah bawaan pada manusia, meskipun para peneliti tidak yakin mengapa hal tersebut dapat berevolusi.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

5. Meniru tindakan orang lain

Sebuah studi pada tahun 2009 mengungkapkan ketika bayi berusia 9 bulan yang melihat orang dewasa sebagai sebuah objek, maka daerah motor di otak bayi akan diaktifkan seolah-olah benar-benar melakukannya.

Para peneliti studi menunjukkan bahwa neuron cermin yang banyak berperan. Bayi memiliki kemampuan prediktif yang dapat membantunya menanggapi tindakan orang lain. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Biology Letters.

6. Belajar dengan cepat saat tidur

Menurut sebuah studi pada tahun 2010, bayi rupanya bisa belajar bahkan saat tidur. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang melibatkan 26 bayi yang sedang tidur.

"Seperti bayi yang baru lahir menghabiskan sebagian besar waktu mereka tidur, kemampuan tersebut mungkin penting untuk dapat cepat beradaptasi dengan dunia di sekitarnya dan membantu untuk memastikan kelangsungan hidup bayi," kata peneliti.

Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

7. Bayi dapat mengerti suara yang ditujukan pada mereka

Dalam sebuah studi pada tahun 2006, bayi yang berusia 7 bulan dapat mengerti suara atau bunyi yang ditujukan pada mereka. Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

8. Dapat membedakan dua bahasa yang berbeda

Pada penelitian pada tahun 2007 yang telah diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa, bayi usia 4-6 bulan dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat orang yang berbicara kepadanya mengucapkan kalimat dalam bahasa yang berbeda.

Hal tersebut menunjukkan bahwa bayi dapat membedakan antara kedua bahasa tersebut. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi mulai memahami tata bahasa, pengolahan tata bahasa dan kata-kata secara bersamaan pada usia 15 bulan.

"Bayi yang baru lahir dapat dikatakan cerdas dalam bahasa karena bayi memiliki kemampuan dengan mudah belajar salah satu bahasa di dunia," kata psikolog George Hollich dari Purdue University.

9. Dapat menilai karakter orang cukup baik

Mengelompokkan orang lain sebagai bermanfaat atau berbahaya sangat penting ketika memilih teman. Dan kemampuan tersebut dapat mulai dimiliki sejak bayi.

Kemampuan menilai karakter dapat menjadi langkah pertama bayi dalam pembentukan moral. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan pada tahun 2007 di jurnal Nature.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.
Continue Reading | komentar

5 Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mempekerjakan Babysitter



Tahukah Anda Tidak sedikit orangtua yang membutuhkan jasa pengasuh karena mengurus anak bukanlah sesuatu yang mudah, terutama jika si kecil masih bayi atau balita. Terlebih lagi bila Anda sibuk bekerja. Namun, Anda perlu mempertimbangkan banyak faktor sebelum menerima seorang babysitter atau nanny demi kenyamanan Anda dan keluarga. Apa saja yang perlu diperhatikan? Simaklah lima hal berikut seperti yang disarankan oleh Anna Surti Ariani, seorang psikolog anak dan keluarga.

1. Penampilan
Sebelum menetapkan seorang babysitter, Anda perlu memperhatikan penampilan si calon pengasuh anak. Lihat bagaimana dia menjaga kebersihan dirinya karena itu akan mempengaruhi kesehatan anak nantinya. "Terlihat bersih dan terlihat rapi menunjukkan bahwa dia memperhatikan kebersihan dirinya dan akan memperhatikan kebersihan anak juga," papar Anna Surti Ariani yang akrab dipanggil Nina saat berbincang dengan wolipop di Medicare Clinic, Menara Kadin, Jl. H.R. Rasuna Said, Kamis (22/11/2012).

2. Jawaban Wawancara
Hal kedua ini sangat penting dicermati karena jawaban calon pengasuh akan menunjukkan sikap dia ketika bekerja. Berilah dia berbagai pertanyaan sederhana, tapi bisa menunjukkan caranya menyikapi anak. Hindari pula pertanyaan yang menuduh, seperti 'kamu marah nggak nih kalau anaknya rewel atau ngambek?' supaya dia merasa nyaman. "Dari situ sebenarnya kita bisa menilai apakah si calon babysitter ini cukup mampu mengendalikan emosinya atau dia cenderung emosional," tambah wanita kelahiran 10 April itu. Kemudian, wawancaralah dua sampai tiga pengasuh anak supaya bisa membandingkan jawaban mereka serta mendapatkan pengasuh yang sesuai harapan.

3. Intuisi
Intuisi juga penting diperhatikan karena akan mengarahkan Anda menuju hal yang positif. Anda perlu meyakinkan jawaban hasil wawancara dengan perasaan sendiri. "Intuisi itu seringkali mengarahkan, tapi sisi ilmiahnya (logika) tetap perlu ada," tambah Nina seraya tersenyum.

4. Pendapat dari Orang Lain
Yakinkan kembali bahwa babysitter memang orang yang tepat dengan meminta pendapat dari orang lain, seperti pasangan atau orang terdekat. Akan tetapi, tetap mempertimbangkan hati kecil Anda. "Minta masukan juga, misalnya dari pasangan kita, suami, atau dari orang tua kalau mereka mau menilai, kadang-kadang kita mesti memperhatikan logika, tapi kita juga memperhatikan intuisi," sarannya lagi.

5. Kenali Lingkungan Tempat Tinggal Babysitter
Setelah memilih babysitter, Anda perlu kenal dengan lingkungan keluarga atau tempat tinggalnya untuk mengetahui pribadi sesungguhnya. Bila dia punya pacar atau suami, minta kenalkan pada Anda. Hal ini untuk menciptakan kenyamanan antara Anda dan pengasuh, serta mencegah perilaku negatif yang bisa mencelakakan si kecil.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.
Continue Reading | komentar

Perkuat Fungsi Panca Indra Bayi dengan 5 Cara Ini


Jakarta, Sistem panca indra seseorang dapat berfungsi dengan baik jika telah dilatih sejak bayi, bahkan sejak dalam kandungan. Rangsangan yang tepat dapat membantu bayi mengembangkan fungsi sistem indranya.

Berikut 5 langkah yang dapat Anda lakukan untuk memperkuat perkembangan panca indra bayi, seperti dilansir parenting, Senin (12/11/12) yaitu:

1. Membuat wewangian untuk memperkuat indra penciuman
Para ahli menyatakan bahwa indra yang paling awal berkembang pada manusia adalah indra penciuman, yang telah berkembang sejak dalam kandungan. Pada akhir trimester pertama kehamilan, bayi telah mampu mencium makanan yang dimakan ibu. Hal ini terjadi karena bau dapat menyeberangi cairan ketuban.

Pada minggu pertama kehidupan bayi setelah dilahirkan, hidung bayi telah dapat membedakan antara bau ASI ibunya dan bau ASI dari ibu lain. Bayi yang baru lahir langsung dapat menyesuaikan indra penciumannya dengan lingkungan dibanding keempat indra yang lain.

Untuk memperkuat indra penciuman bayi, hindari paparan asap rokok sejak hamil karena bayi telah dapat menyadari bau yang kurang menyenangkan sejak dalam kandungan. Ketika sedang bersantai, nyalakan lilin aromaterapi dengan bau lavender yang menyenangkan.

2. Sentuhlah untuk memperkuat indra peraba
Beberapa bulan pertama kehidupan, bayi masih sangat pasif dan masih bergantung pada stimulasi dan sentuhan yang nyaman dari orang dewasa. Mulai pada usia 4 bulan, telah ada perubahan pada bayi seperti dapat menyentuh dan menjangkau benda yang terdekat, seperti selimut, mainan, dan wajah ibu.

Cara meningkatkan kekuatan indra peraba bayia adalah menyentuh kulit bayi yang masih sangat sensitif dengan lembut atau memijatnya. Bayi benar-benar dapat merasakan getaran dari tubuh ibu ketika Anda menyentuhnya.

Sentuhan dari kulit ke kulit dapat memberikan efek yang menyenangkan bagi bayi, terutama jika bayi berbaring di dada Anda karena dapat membantu mengatur pernapasan dan suhu tubuh. Kenakan selimut yang lembut agar kulit bayi dapat terlindungi.

3. Lakukan kontak mata sesering mungkin untuk memperkuat indra penglihatan
Kemampuan bayi untuk mengembangkan indra penglihatan akan berkembang secara bertahap setelah usia enam atau tujuh bulan pertama kehidupan. Bayi yang baru lahir hanya mampu memfokuskan penglihatan sejauh 8 sampai 15 inchi.

Pada akhir bulan pertama, jarak pandang bayi telah meningkat menjadi sekitar tiga meter dan pada usia 3 bulan, bayi mulai mampu mengenali suatu benda atau wajah seseorang. Jika Anda berpikir mata bayi Anda tidak mampu menemukan benda-benda di sekitarnya setelah berusia 3 bulan, konsultasikan dengan dokter.

Bayi juga mengalami kesulitan membedakan satu warna dari yang lain sebelum usia 4 bulan. Untuk membantu meningkatkan kepekaan indra penglihatan bayi, lakukan kontak mata dengan bayi untuk membantu bayi agar fokus pada wajah Anda. Jangan menyusui sambil memegang ponsel atau melihat layar komputer.

Kemudian pastikan bayi berada dalam posisi yang nyaman, karena posisi leher dan kepala yang tepat sangat penting untuk mengembangkan penglihatan bayi.

4. Berikan rangsangan suara untuk memperkuat indra pendengaran 
Bayi telah mengembangkan indra pendengarannya sejak di dalam rahim dan penelitian telah menunjukkan bahwa bayi dapat mengenali suara ibunya. Pada usia sekitar 2 bulan, bayi mulai merespons suara orang tuanya dengan menimbulkan suara-suara kecil.

Cara membantu bayi meningkatkan kemampuan indra pendengarannya, jangan menimbulkan suara yang terlalu keras di dekat bayi seperti bunyi alat musik yang meraung-raung karena dapat merusak pendengarannya. Berbicalah kepada bayi dan awasi responsnya.

Jika bayi tidak merespons suara Anda sama sekali dan tidak mengeluarkan satu kata pun ketika telah berusia 7 bulan, konsultasikan dengan dokter. Hal ini mungkin terjadi masalah pada pendengaran atau perkembangannya berbicara.

5. Ibu harus makan makanan yang bervariasi untuk memperkuat indra perasa bayi
Selera seseorang sebenarnya telah terbentuk sejak lahir. Bayi yang baru lahir secara alami telah mampu mengidentifikasi rasa manis dan rasa asin, yang merupakan hal baik, karena ASI mengandung kedua rasa tersebut.

Setelah bayi siap untuk makanan padat, biasanya sekitar 6 bulan, pilihlah makanan yang memiliki rasa manis alami seperti buah dan kentang manis. Jangan memberikan sayuran dengan rasa sedikit pahit seperti bayam, karena selera bayi masih sangat sensitif.

Untuk mengurangi kecenderungan pilih-pilih makanan, bahkan saat kehamilan, ibu harus mencoba untuk makan makanan yang sehat dan bervariasi. Saat menyusui pun, ibu harus makan makanan yang beraneka ragam agar bayi dapat mengenali berbagai jenis rasa melalui ASI.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.
Continue Reading | komentar

Manfaat Hati Sapi untuk makanan bayi

Friday, November 9, 2012


Manfaat Hati Sapi untuk makanan bayi
Manfaat Hati Sapi untuk makanan bayi
Manfaat Hati Sapi untuk makanan bayi mulai umur 6 Bulan sangat baik untuk membantu pertumbuhannya, berikut ini Resep Nasi Tim Ati Sapi untuk bayi anda
Bahan dan resep Nasi Tim Ati Sapi
  • beras 20gr
  • air 625cc
  • ati sapi 25 gram
  • tempe 25 gram
  • labu kuning 50 gram
  • tomat 25 gram
  • mentega 1 sdt
Cara memasak Tim Ati Sapi
  • Potonglah tomat kecil kecil
  • Rebus beras, air, ati sapi dan tempe hingga menjadi bubur
  • Masukkan labu kuning dan tomat, tunggu hingga matang
  • Masukkan mentega sambil terus mengaduk tim
  • Kemudian di dinginkan
  • Setelah dingin kemudian haluskan dengan blender

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.

(manfaat.org)
Continue Reading | komentar

Akhirnya Misteri Asal-Usul Pinokio Terungkap!

Wednesday, November 7, 2012


Tahukah Anda Kisah boneka kayu Pinokio (Pinocchio) yang dibuat oleh seorang tukang kayu di Florensia mungkin adalah kisah anak yang paling dikenal di seluruh dunia.



Penelitian terbaru mengungkap bahwa kisah yang ditulis oleh Carlo Collodi 130 tahun lalu pada 7 Juli 1881 memiliki akar yang kuat dengan dunia nyata.

Menurut Alessandro Vegni, seorang ahli komputer, yang membandingkan kisah itu dengan peta sejarah, kisah Pinokio berseting di desa Tuscan di San Miniato Basso, yang terletak di pertengahan antara Pisa dan Florensia. Nama asli desa tersebut sebenarnya adalah "Pinocchio."

Kisah Geppetto dan boneka kayu pinusnya, dibuat berseri dalam majalah anak-anak Italia dengan judul La Storia di un Burattino (Kisah Seorang Marionette) pada tahun 1881, dan kemudian diubah menjadi buku dua tahun kemudian yang diberi judul "Petualangan Pinokio."

Dipercaya sebagai buku kedua, setelah Injil, yang paling awal diterjemahkan ke bahasa lain, novel itu menginspirasi ratusan edisi barunya, drama panggung, pernak-pernik dan film seperti film animasi Disney.

Namun detil-detil terbaru mengenai kota Florentina dalam kisah itu mengungkapkan detil baru yang menkajubkan tentang karya ikonik itu.

"Nama desa itu (San Miniato Basso) yang sekarang diberikan pada tahun 1924," ungkap Vegni. "Kami mengetahui dari rekaman sejarah bahwa desa itu aslinya 'Pinocchio,' kemungkinan dinamakan seperti nama sungai yang ada di dekat desa itu."

Collodi sudah pasti tahu desa itu. Ayahnya, seorang koki terkenal, hidup di dekat desa itu selama beberapa tahun. Pada tahun 1825, setahun sebelum kelahiran Carlo, ayahnya pindah dari kawasan Pinocchio ke Florensi untuk bekerja bagi Marquis Lorenzo Ginori Lisci.

Vegni percaya bahwa Collodi tak hanya mengunjungi San Miniato, tapi juga bertemu beberapa orang disana dan sangat mungkin ia menggunakan orang-orang itu untuk menginspirasi karakter-karakternya.

"Saat Geppetto menamakan bonekanya, ia berkata bahwa ia tahu seluruh keluarga Pinocchio: ayah Pinocchio, ibu Pinocchio, dan anak-anak Pinocchio. Penduduk asli San Miniato disebut Pinocchi atau Pinocchini."





Dimulai dari San Miniato, penelitian Vegni menunjukkan sejumlah kesamaan dengan kisah Collodi.

Terdapat "casa Il Grillo" (Rumah Jangkrik), sebuah bangunan pedesaan yang namanya mungkin merujuk pada Jangkring Yang Berbicara dan desa Osteria Bianca (Penginapan Putih) dimana pubnya masih ada yang Vegni percaya menginspirasi Penginapan Udang Merah dalam cerita.

Yang menarik, si Rubah dan Kucing yang bertemu dengan Pinokio nampaknya berhubungan dengan dua segi dalam peta: Rio delle Volpi (Sungai Rubah) dan dua rumah yang disebut "Rigatti" (berasal dari kata "gatti" yang berarti kucing-kucing).

Tak jauh dari situ, desa La Lisca (Tulang Ikan) bisa jadi menginspirasi alur kisah Pinokio yang ditelan oleh ikan paus.

Yang pasti, nama-nama tempat itu memainkan peran ketika penulis Pinokio memilih nama penanya.

Teralhir dengan nama Carlo Lorenzini, sang penulis menggunakan nama Carlo Collodi seperti nama kampung halaman ibunya, Collodi, dekat Pistoia di Tuscany.

Namun tak semua orang setuju dengan klaim Vegni ini.

Menurut Gianni Greco dari Asosiasi Pinokio, Pinocchio berseting antara Florensia dan Castello, di sebuah kotak kecil di dekatnya.

"Penelitian ini menarik, tapi aku tidak percaya bahwa Lorenzini terinspirasi oleh San Miniato dan lingkungannya," kata Greco, yang memiliki koleksi besar pernak-pernik Pinokio, termasuk edisi pertamanya.

"Dia menghabiskan musim panasnya di Castello di villa saudara laki-lakinya dan disana dia menulis ceritanya. Di Castello dia bertemu Giovanna Ragionieri, seorang gadis pirang kecil denagn mata baru yang dikatakan menginspirasi karakter Peri Berambut Biru," kata Greco.

Misteri Asal-Usul Pinokio Akhirnya Terungkap Kisah boneka kayu Pinokio (Pinocchio) yang dibuat oleh seorang tukang kayu di Florensia mungkin adalah kisah anak yang paling dikenal di seluruh dunia.



Penelitian terbaru mengungkap bahwa kisah yang ditulis oleh Carlo Collodi 130 tahun lalu pada 7 Juli 1881 memiliki akar yang kuat dengan dunia nyata.

Menurut Alessandro Vegni, seorang ahli komputer, yang membandingkan kisah itu dengan peta sejarah, kisah Pinokio berseting di desa Tuscan di San Miniato Basso, yang terletak di pertengahan antara Pisa dan Florensia. Nama asli desa tersebut sebenarnya adalah "Pinocchio."

Kisah Geppetto dan boneka kayu pinusnya, dibuat berseri dalam majalah anak-anak Italia dengan judul La Storia di un Burattino (Kisah Seorang Marionette) pada tahun 1881, dan kemudian diubah menjadi buku dua tahun kemudian yang diberi judul "Petualangan Pinokio."

Dipercaya sebagai buku kedua, setelah Injil, yang paling awal diterjemahkan ke bahasa lain, novel itu menginspirasi ratusan edisi barunya, drama panggung, pernak-pernik dan film seperti film animasi Disney.

Namun detil-detil terbaru mengenai kota Florentina dalam kisah itu mengungkapkan detil baru yang menkajubkan tentang karya ikonik itu.

"Nama desa itu (San Miniato Basso) yang sekarang diberikan pada tahun 1924," ungkap Vegni. "Kami mengetahui dari rekaman sejarah bahwa desa itu aslinya 'Pinocchio,' kemungkinan dinamakan seperti nama sungai yang ada di dekat desa itu."

Collodi sudah pasti tahu desa itu. Ayahnya, seorang koki terkenal, hidup di dekat desa itu selama beberapa tahun. Pada tahun 1825, setahun sebelum kelahiran Carlo, ayahnya pindah dari kawasan Pinocchio ke Florensi untuk bekerja bagi Marquis Lorenzo Ginori Lisci.

Vegni percaya bahwa Collodi tak hanya mengunjungi San Miniato, tapi juga bertemu beberapa orang disana dan sangat mungkin ia menggunakan orang-orang itu untuk menginspirasi karakter-karakternya.

"Saat Geppetto menamakan bonekanya, ia berkata bahwa ia tahu seluruh keluarga Pinocchio: ayah Pinocchio, ibu Pinocchio, dan anak-anak Pinocchio. Penduduk asli San Miniato disebut Pinocchi atau Pinocchini."





Dimulai dari San Miniato, penelitian Vegni menunjukkan sejumlah kesamaan dengan kisah Collodi.

Terdapat "casa Il Grillo" (Rumah Jangkrik), sebuah bangunan pedesaan yang namanya mungkin merujuk pada Jangkring Yang Berbicara dan desa Osteria Bianca (Penginapan Putih) dimana pubnya masih ada yang Vegni percaya menginspirasi Penginapan Udang Merah dalam cerita.

Yang menarik, si Rubah dan Kucing yang bertemu dengan Pinokio nampaknya berhubungan dengan dua segi dalam peta: Rio delle Volpi (Sungai Rubah) dan dua rumah yang disebut "Rigatti" (berasal dari kata "gatti" yang berarti kucing-kucing).

Tak jauh dari situ, desa La Lisca (Tulang Ikan) bisa jadi menginspirasi alur kisah Pinokio yang ditelan oleh ikan paus.

Yang pasti, nama-nama tempat itu memainkan peran ketika penulis Pinokio memilih nama penanya.

Teralhir dengan nama Carlo Lorenzini, sang penulis menggunakan nama Carlo Collodi seperti nama kampung halaman ibunya, Collodi, dekat Pistoia di Tuscany.

Namun tak semua orang setuju dengan klaim Vegni ini.

Menurut Gianni Greco dari Asosiasi Pinokio, Pinocchio berseting antara Florensia dan Castello, di sebuah kotak kecil di dekatnya.

"Penelitian ini menarik, tapi aku tidak percaya bahwa Lorenzini terinspirasi oleh San Miniato dan lingkungannya," kata Greco, yang memiliki koleksi besar pernak-pernik Pinokio, termasuk edisi pertamanya.

"Dia menghabiskan musim panasnya di Castello di villa saudara laki-lakinya dan disana dia menulis ceritanya. Di Castello dia bertemu Giovanna Ragionieri, seorang gadis pirang kecil denagn mata baru yang dikatakan menginspirasi karakter Peri Berambut Biru," kata Greco.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.

Continue Reading | komentar

Hal-hal yang Membuat Bayi Tertawa

Saturday, June 16, 2012


http://hermawayne.blogspot.com

Beberapa bayi memang pada dasarnya sudah sangat ramah dan senang senyum. Tetapi, sebagian lagi butuh sedikit "godaan" untuk membuatnya tertawa. Berikut adalah hal-hal yang bisa bikin bayi tertawa kepada Anda.

Petak umpet
Ini adalah tindakan paling disukai bayi. Gunakan selimut favoritnya untuk menyembunyikan wajah Anda, lalu kagetkan ia dengan muncul mendadak, atau cukup gunakan tangan Anda. Kejutan ringan akan membuatnya tertawa.

Tiup perut
Bayi-bayi amat suka sentuhan. Meniupkan angin dengan mulut Anda menempel akan menimbulkan bunyi-bunyian dan rasa geli pada kulitnya. Lakukan hal tersebut pada perut, tangan, atau telapak kakinya. Tak lama, ia akan mencoba mengikuti Anda melakukan bunyi-bunyian dengan mulutnya sendiri.

Berpura-pura makan jari tangan dan kakinya
Bayi sangat suka ketika orangtuanya berpura-pura mengisap jari-jarinya, bahkan anak-anak usia 2 tahun juga suka diperlakukan begini.

Buat gelembung-gelembung
Bayi sangat tertarik akan bentuk menarik gelembung yang melayang-layang. Jika Anda melihat kelas berisi bayi-bayi kecil yang ditiupkan balon, Anda akan melihat si bayi-bayi akan berusaha menggapai gelembung tersebut dan memegangnya. Pastikan bahan gelembung tiup itu cukup aman untuk bayi Anda. Biasanya tiup gelembung ini bisa dimainkan bersama anak yang sudah cukup besar.

Bersama keluarga
Bayi akan merasa lebih senang ketika ia bisa melihat anggota keluarga lain. Entah itu kakaknya, ayahnya, kakeknya, atau neneknya, tetapi pastikan jangan terlalu ramai. Suara yang terlalu ramai bisa membuatnya merasa tidak nyaman atau terlalu berisik.

Gerakan main-main
Bayi sangat suka perhatian, dan memainkan muka Anda di depannya entah seberapa memalukan, ia akan tertawa. Bahkan bersin di depannya pun bisa membuatnya tertawa geli. Tak heran banyak orangtua memainkan wajah konyol dan aneh di depan anaknya.

Karakter favorit
Anak-anak suka mainan berbulu halus, berwarna terang, dan bisa mengeluarkan suara-suara lucu. Tak heran boneka Elmo yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian laku terjual di pasaran. Boneka dari karakter kesukaan akan membuat si kecil tertawa.

Lagu dan musik
Bayi sangat suka musik dan lagu. "Repetisi adalah kunci untuk membuat si kecil mengenal dan suka musiknya," terang dr Natalie Geary, dokter anak dari New York. Bayi suka melihat, melakukan, dan mendengar dalam waktu bersamaan supaya mereka bisa melepaskan rasa kesal dan bisa mengalami serunya mengalami dan mencoba sesuatu. Jika Anda tertawa dan terlihat senang dari lagu atau permainan, kemudian mengulangi terus, lama kelamaan ia akan suka juga.

Peliharaan
Selain boneka, binatang peliharaan ternyata juga bisa membuat anak tertawa. Namun, untuk bayi yang masih terlalu kecil, tidak disarankan untuk membawanya dekat dengan binatang peliharaan. Karena bayi masih belum memiliki daya tahan tubuh yang bisa melawan banyak kuman atau virus. Cukup membuatnya melihat binatang dari jauh saja.

Menirukan suara binatang
Bayi-bayi senang mendengar suara-suara lucu. Coba ikuti suara-suara bermacam binatang, seperti suara kuda, babi, burung, atau monyet. Jangankan si kecil, pasangan Anda juga mungkin akan ikut-ikutan tertawa.

Jika semua gagal, saatnya mengelitiki
Mengelitiki bayi dengan lembut sudah pasti bisa membuatnya tertawa. Ini juga penting untuk membangun ikatan sentuh dan kedekatan. Sentuhan adalah hal yang penting untuk membuat si bayi tahu bahwa orang yang menjaganya benar-benar fokus padanya, ia pun akan merasa aman dan nyaman.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.

Continue Reading | komentar

BENARKAH ANAK KECIL TIDAK BOLEH OPERASI AMANDEL?

Friday, June 1, 2012



Penyakit amandel paling sering menyerang anak-anak usia 5 sampai 15 tahun. Sebagian besar masyarakat Indonesia hingga kini masih meyakini berbagai mitos berkaitan dengan penyakit amandel, salah satunya anak kecil tidak operasi amandel. Benarkah demikian?


"Banyak orang bahkan dokter umum selain dokter THT percaya bahwa operasi amandel harus di atas 6 tahun. Padahal operasi amandel tidak berpengaruh terhadap usia. Saya pernah operasi amandel anak usia 3 tahun," jelas Dr Agus Subagio, Sp.THT, spesialis THT dari RS Puri Indah dalam acara Press Gathering Teknologi Radiofrekuensi untuk Tonsilektomi Penanganan Penyakit Amandel di RS Puri Indah, Jakarta, Kamis (17/3/2011).

Dr Agus mengatakan masih banyak mitos tentang amandel yang beredar di masyarakat, antara lain:

1. Mitos, operasi amandel hanya boleh dilakukan pada anak  yang usianya telah mencapai 6-7 tahun.
Faktanya, menurut para ahli tidak ada batasan umur dalam keputusan operasi amandel.

"Tapi memang kalau untuk anak dibawah usia 3 tahun kita lebih konservatif, karena rongga tenggoroknya masih sempit," jelas Dr Agus.

2. Mitor, penyakit amandel hanyalah penyakit ringan dan tidak membahayakan.
Faktanya, menurut para ahli walaupun kebanyakan infeksi amandel tidak mengancam jiwa, tetapi bila kuman penyebabnya streptococcus beta hemoliticus, dapat menimbulkan komplikasi penyakit jantung dan ginjal yg berbahaya.

Henti napas saat tidur akibat pembesaran amandel dapat menimbulkan problem kesehatan serius.

3. Mitos, amandel selalu berfungsi sebagai penyaring kuman,sehingga tidak boleh dioperasi.
Faktanya, menurut para ahli fungsi penyaring kuman pada amandel yg telah menjadi sarang kuman sangat minimal bahkan tidak ada lagi. Peran penyaring kuman masih dapat digantikan oleh organ  penyaring kuman lainnya di sekitar tenggorok.

4. Mitos, operasi amandel adalah operasi kecil yang tidak ada risiko sama sekali
Faktanya, menurut para ahli operasi amandel adalah operasi kecil yang tidak ada risiko sama sekali.

Tonsil atau amandel adalah benda bulat mirip bakso yang posisinya berada di belakang kiri dan kanan tenggorokan. Ukuran amandel juga beragam, mulai dari sebesar kelereng hingga seukuran bola pimpong.

Amandel merupakan bagian tubuh yang berfungsi sebagai penghadang agar kuman tidak mudah masuk ke saluran pernapasan manusia.

Amandel pada orang sehat akan berwarna sesuai dengan warna jaringan disekitarnya dan berpermukaan rata.

Sedangkan pada orang yang mengalami tonsilitis (infeksi atau radang tonsil) warnanya bisa menjadi kemerahan atau terdapat bercak putih pada amandel dan ukuran tonsil kemudian membesar.

Tonsilitis (radang amandel)  bisa mengakibatkan sakit tenggorokan kronis atau berulang, bau mulut, gangguan menelan, tersumbatnya jalan pernapasan bagian atas (yang ditandai dengan dengkuran), hingga terhentinya pernapasan saat tidur.

Sesuai dengan berbagai tingkatan kondisi penyakit amandel, penanganan tonsilitis (radang tonsil) sangatlah beragam, mulai dari terapi obat hingga operasi pengangkatan tonsil atau amandel sebagai solusi akhir.


Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar

MENGATASI KEBIASAAN NGEMPENG SI KECIL



Jakarta, Saat ini banyak orangtua yang menggunakan bantuan empeng untuk menenangkan bayinya. Tapi jika kebiasaan ini berlanjut terus akan membuat orang tua sulit melepaskannya. Lalu bagaimana mengatasi anak yang masih suka ngempeng?


Setiap bayi pada usia tertentu memang memiliki dorongan alami untuk mengisap, dan hal ini tidak selalu berarti buruk karena bayi bisa mengatur sendiri kenyamanannya. Tapi jika kebiasaan ini tidak dihentikan, maka akan menimbulkan kerugian pada anak nantinya terutama terhadap pertumbuhan giginya.

Seperti dikutip dari ParentDish, Kamis (17/6/2010) tidak mudah memang untuk bisa menghentikan kebiasaan ini, terutama jika sudah terjadi sejak masih bayi. Namun American Asociated of Pediatrics (AAP) menuturkan kebiasaan mengisap empeng ini harus dihentikan saat anak berusia 2-4 tahun. Jika hingga usia di atas 4 tahun masih dilakukan, maka akan menimbulkan kerugian seperti gangguan dalam pola makannya.

Dr Charles Shubin, direktur divisi pediatri dari Mercy FamilyCare, Baltimore mengungkapkan bahwa tidak ada cara ajaib yang bisa langsung menghentikan kebiasaan anak. Karena itu semuanya membutuhkan proses dan orangtua harus mengetahui satu atau dua hal mengenai kebiasaan anaknya itu.

"Orangtua bisa memberitahu anak bahwa ia hanya boleh menggunakan empeng di rumah saja. Setelah aturan ini bisa dilaksanakan, maka batasi kembali penggunaannya hanya di ruang-ruang tertentu, seperti kamar tidurnya," ungkap Dr Shudin.

Setelah berhasil, maka hal berikutnya adalah membatasi waktu penggunaannya. Mulailah dengan hanya boleh menggunakan saat malam hari saja, lalu dipersempit lagi hanya pada waktu-waktu tertentu. Memberikan batasan-batasan seperti ini juga termasuk pembelajaran perkembangan anak.

Salah satu alasan anak masih mengempeng karena bisa mengurangi rasa ketidaknyamanan si kecil, untuk itu orangtua harus mengetahui penyebabnya. Kondisi ini bisa diganti dengan lebih sering memberinya perhatian, memberinya kegiatan lain untuk mengalihkan perhatiannya dari empeng atau memberikan makan, minum dan cemilan yang cukup sehingga anak tidak perlu mengisap empeng untuk menahan lapar dan haus.

"Hal terpenting lainnya gunakanlah kata-kata dan motivasi yang positif. Jika anak menggunakan empeng di saat atau tempat yang dilarang, maka jangan memarahinya, tapi cukup berinya konsekuensi dengan kata-kata yang lembut. Jika anak berhasil menghentikan kebiasaannya ini, maka jangan sungkan-sungkan untuk memberinya pujian," saran Dr Shubin.


Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


Continue Reading | komentar

INI YANG BIKIN KAKAK ADIK SERING BERANTEM



Jakarta, Sudah menjadi rahasia umum kalau antara kakak dan adik sering terjadi pertengkaran. Tapi sebenarnya ada hal-hal tertentu yang bisa menjadi pemicu pertengkaran.


Pertengkaran yang terjadi antara kakak dan adik kadang bisa membuat orangtua stres dan senewen. Untuk menghindari kondisi ini orangtua sebaiknya mengetahui hal-hal apa saja yang bisa memicu pertengkaran, seperti dikutip dari Parenting, Rabu (16/11/2011) yaitu:


1. Kompetisi
Anak-anak sebenarnya memperhatikan bagaimana orangtua memperlakukan anak-anaknya satu sama lain. Jika mereka berpikir ada perlakuan yang berbeda tanpa mendasar maka hal ini bisa memicu kompetisi tersendiri antara kakak dan adik. Perlakuan yang berbeda seperti menghabiskan lebih banyak waktu atau lebih sering melakukan kegiatan tertentu dengan salah satu anak.


2. Bertengkar untuk mendapat perhatian
Terkadang pertengkaran yang terjadi berada dalam jarak dekat dengan orangtua untuk mendapatkan perhatiannya. Salah satu anak bermain sebagai korban untuk mendapatkan perhatian lebih besar.


3. Saling berebut mainan
Meski sudah dibelikan masing-masing mainan, terkadang kakak adik masih bisa bertengkar saling berebut mainan. Hal ini karena anak belum terlalu bisa menghargai barang-barang milik saudara kandungnya.


4. Salah satu bertingkah seperti bos
Anak yang lebih tua kadang diberi tugas untuk mengawasi adiknya, tapi tanpa disadari perilakunya kadang seperti bos sehingga si adik menganggap ada ketidakadilan sehingga memicu pertengkaran.


5. Bercanda dengan kekerasan
Seringkali cara anak-anak yang lebih tua bercanda dengan adiknya sama seperti ia bermain dengan teman sebayanya, sehingga tak jarang si adik merasa kakaknya terlalu kasar seperti ada kontak fisik.


6. Bercanda yang saling meledek
Pertengkaran tidak hanya dipicu oleh kekerasan fisik, tapi bisa juga akibat serangan verbal atau yang dimulai dari ledek-ledekan. Jika tidak dihentikan kondisi ini bisa membuat kakak dan adik bertengkar dengan fisik seperti saling memukul.


Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi pertengkaran anak-anaknya sesama saudara kandung, yaitu:


Jangan menyelesaikan masalah secara langsung (to the point), anak-anak terutama remaja membutuhkan waktu untuk menemukan solusi bagi dirinya sendiri.
Jika salah satu anak ada yang merajuk (manja) setelah bertengkar, maka biarkan saja dan dengarkan segala keluh kesahnya.
Cobalah untuk meluangkan waktu bersama dengan setiap anak secara sendiri-sendiri, hal ini akan sangat bermanfaat bagi orangtua untuk bisa mengenal lebih jauh karakteristik dari setiap anaknya.
Membuat beberapa peraturan yang telah disepakati bersama-sama untuk menghindari pertengkaran.
Memberi penghargaan atau pujian jika anak-anaknya bisa melalui beberapa harinya tanpa bertengkar.

Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.

Continue Reading | komentar

Teman Baik

 
Support : Copyright © 2011. ILMU ALAM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger