Home » » Mau Seperti Ronaldo? Cek Jari Manis Anda!

Mau Seperti Ronaldo? Cek Jari Manis Anda!


foto

Coba lihat jemari buah hati Anda. Apakah ukuran jari manisnya lebih panjang ketimbang telunjuk? Kalau ya, suruh dia berlatih sepak bola, siapa tahu kelak bisa sehebat Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, atau Mario Balotelli. 

Tapi apa hubungannya antara jari manis dan sepak bola? Mungkin terdengar aneh. Tapi harap Anda jangan bosan membaca soal rajah sepak bola di jari tangan. “Rajah” ini telah lama jadi pembicaraan. Malah ilmuwan telah menemukan bukti sahihnya.

Bunyi rajah itu begini: jika jari manis putra Anda lebih panjang daripada telunjuk, kemungkinan besar ia gampang dilatih menjadi pesepak bola andal; jika jari manis sama dengan telunjuk--apalagi lebih pendek--dibutuhkan ketabahan untuk melatihnya.

Adalah John Manning, profesor biologi dari Universitas Liverpool, yang mengungkap ulang rajah ini. Datanya tak cuma menunjukkan para pemain hebat memiliki jari manis lebih panjang daripada telunjuk, tapi juga menemukan kualitas permainannya berbanding lurus dengan perbandingan panjang kedua jari itu. Sederhananya, semakin berkualitas permainannya, kian besar perbedaan di antara kedua jari itu. 

Penyebabnya sederhana. Panjang jari manis terkait dengan tingkat testosteron alias hormon pria. "Penelitian kami memperlihatkan meningkatnya hormon kejantanan ini sering terkait dengan kemampuan dalam olahraga, seperti atletik dan sepak bola," kata Manning.

Sayangnya, panjang jari manis ini bukan hal yang bisa dilatih atau dicetak setelah si bocah dewasa atau setelah ia berniat mengikuti Ronaldo, Messi, atau Balotelli menjadi pemain sepak bola.

Dalam penelitiannya, Manning menemukan gen yang mengendalikan panjang jari manis dan telunjuk itu adalah gen yang mengendalikan testis dan indung telur. "Ini hasil penelitian yang sangat aneh," katanya. "Tapi kenyataannya seperti itu."

Panjang-pendek jari manis dan telunjuk ini sudah ditentukan saat janin masih di dalam kandungan. Jika si bayi banyak mendapat hormon testosteron, jari manisnya akan panjang. Sebaliknya, jika hormon perempuan alias estrogen yang lebih banyak, jari telunjuknya akan lebih panjang.

Hormon testosteron ini tentu saja tidak hanya berfungsi mengatur panjang-pendek jari manis. Lebih dari itu, hormon ini mempengaruhi perkembangan otak kanan. Padahal otak kanan berfungsi mengendalikan penilaian berdasarkan penglihatan--hal yang sangat penting dalam olahraga seperti sepak bola.

"Anda mesti menjadi penilai saat bermain sepak bola," kata Manning. "Misalnya di mana bola, ke mana kaki akan menendang bola, dan ke mana bola akan bergerak."

Untuk memastikan temuannya, Manning membuat salinan telapak tangan 24 pemain sepak bola Inggris. Hanya dari selisih panjang jari manis dan telunjuk, ia mencoba mengurutkan kemampuan para pemain itu.

Ukuran jari manis para pemain profesional ini luar biasa. Salah satunya memiliki panjang jari manis 8,165 sentimeter dengan telunjuk 6,925 sentimeter alias berselisih 1,24 sentimeter. "Ini selisih yang fenomenal," kata Manning. Dan pemain itu--ia tidak menyebutkan namanya--juga memiliki kemampuan fenomenal.

Enam pemain pilihan ilmuwan yang tidak pernah mengurus tim sepak bola ini diperbandingkan dengan pilihan pelatih sepak bola profesional. Hasilnya? Empat pemain yang dipilih Manning sama dengan pilihan si pelatih.

Belakangan diketahui para pemain besar, seperti Bryan Robson, Osvaldo Ardiles, Glenn Hoddle, dan Paul Gascoigne, memiliki jari manis lebih panjang daripada telunjuk.

Manning pun mengusulkan agar para pencari bibit sepak bola mengukur jari manis dan telunjuk bocah berumur 10-12 tahun. Jika ditemukan, katanya, "Latih dengan baik." 
 




Jika dalam penjelasan di atas ada yang sobat kurang mengerti, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat terima kasih.


sumber


Related Post:

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Copyright © 2011. ILMU ALAM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger